SDK Sang Timur Karang Tengah

SDK Sang Timur Karang Tengah

Penuh Kasih - Peduli - Cerdas - Transformatif
Sekolah Katolik Unggulan Karang Tengah - TERAKREDITASI A
BERITA

Jalan Salib adalah Jalan hidup Menuju Kemenangan

13/Apr/2022
Jalan Salib adalah Jalan hidup Menuju KemenanganIbadat Jalan salib adalah Ibadah untuk mengenang dan melihat kembali perjalanan Yesus dalam memikul salib sejak dijatuhi hukuman mati hingga kematiannya di bukit Golgata dan dikuburkan. Perjalanan pengorbanan Yesus yang berat, sakit dan berujung kematian. Perjalanan yang menjadi cermin dan simbol betapa besarnya kasih Allah atas kita Manusia. Dengan Mati di Kayu Salib, Tuhan Yesus menebus kita dari Dosa agar mendapatkan dan layak masuk kedalam kerajaan Sorga. 

Dari ibadah ini, anak-anak bisa melihat bagaimana Yesus dihina dan diludahi, ditikam dan dicambuk,  jatuh dan berlumur darah, melihat Yesus jatuh berungkali, bedarah dan mati di Kayu Salib. Semua jenis penderitaan itu dilalui Yesus selama Perjalanan menuju tempat penyalipan, memikul salib yang berat untuk melepaskan kita dari belenggu Dosa.

Siswa/i SDK Sang Timur, Karang Tengah, Rabu (13/4/2022) mengikuti prosesi jalan salib yang menggambarkan kisah sengsara Yesus Kristus ketika ditangkap tentara Romawi hingga disalibkan di bukit Golgota. Siswa/I mengikuti secara virtual di kelas masing-masing. Meski mengikuti kegiatan jalan salib  dari kelas, namun siswa-siswi  terlihat antusiasias.

Selama masa Prapaskah, siswa/i  diajak untuk bersiap sekaligus berbenah diri menyambut kebangkitan Kristus. Selain berpantang dan berpuasa, siswa diajak untuk mengenang kisah sengsara dan wafat Yesus lewat doa atau devosi Jalan Salib.

Secara garis besar, Jalan Salib merupakan devosi yang berpusat pada renungan kisah sengsara Tuhan. Biasanya Jalan Salib dilakukan secara berkelompok, diselingi nyanyian kisah sengsara dan berarak layaknya mengiringi Yesus yang memanggul salib ke puncak Golgota.

Kematian Kristus dapat dianggap sebagai karya yang dilakukan-Nya karena kematian itu bukan suatu kebetulan yang menimpa diri-Nya atau terjadi tanpa disadari-Nya, melainkan merupakan akibat dari sebuah keputusan yang tegas, suatu pilihan yang diambil-Nya, ketika Ia sebenarnya dapat menolaknya. Berbeda dengan kenyataan yang dialami manusia biasa, maka justru kematian Kristus -- bukan kehidupan-Nya -- yang sangat penting.
  

Maka kematian Kristus merupakan tema pokok Injil dan menjadi ajaran yang menonjol dalam Perjanjian Baru, bahkan sudah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Kematian Kristus bukan dialami dengan cara yang mudah dan cepat, melainkan melalui sebuah proses penderitaan, dan semua itu dijalani-Nya dengan sebuah tujuan yaitu keselamatan manusia. Semoga dengan kegiatan jalan salib anak-ana menjadi pribadi yang mandiri dan bahagia. ( Celly Beto)

 
 kembali